Pemerintah Desa Sibanggede Gelar MMD

14 Juni 2024
Admin
Dibaca 6 Kali
Pemerintah Desa Sibanggede Gelar MMD

Pemdes Sibanggede Gelar MMD; Mencegah Stunting Bagi Balita perlu Langkah Kolaborasi.
Sibanggede ( KIM ).
Pemerintah Desa ( Pemdes ) Sibabggede menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bertempat di Aula TK Pembina Kecamatan Abiansemal yang berlokasi di Desa Sibanggede,pada Kamis ( 13/6) siang. Isu yang dibedah adalah mencegah stunting yang diawali dengan servey mawas diri, pengumpulan data, pembahasan masalah, mecari solusi, membuat rencana aksi dan aksi dilapangan. Acara dibuka Perbekel Sibanggede didampingi tim ahli dari Pemerintah Kabupaten Badund dan dari Puskesmas Abiansemal 3. MMD dihadiri oleh semua stackholder yang menangani kesehatan di Desa Sibanggede dan Kelian Banjar Dinas ( KBD) se Desa Sibanggede.
Perbekel Sibanggede I Wayan Darmika mengatakan, gerakan pencegahan stunting adalah gerakan nasional yang harus didukung oleh semua pihak agar bisa berhasil secara maksimal. Untuk itu dia minta semua pihak yang terlibat dalam gerakan ini harus secara bahu membahu bergerak untuk melakukan langkah-langkah kongkrit seperti yang sudah dirancang. " Yang tidak kalah pentingnya juga adalah peran serta aktif masyarakat memberikan dukungan. Kalau hanya kami dan petugas yang sudah ditunjuk bergerak dengan cepat sedangkan dukungan masyarakat masih minim, hasilnya akan tidak maksimal, " ujarnya.
Darmika menambahkan kehadiran Balita ke posyandu merupakan salah satu kontribusi positif menuju arah penurunan dan pencegahan stunting. " Dengan datang secara disiplin, tumbuh kembang anak balita akan bisa diketahui oleh Kader Posyandu. Bila ditemukan adanya tumbuh kembang anak yang mengarah ke stunting akan bisa dilakukan langkah-langkah pencegahan atau dilakukan konsultasi kepada tenaga medis yang memiliki kompetensi dibidang itu, " imbuhnya.
Sementara itu Ketua BPD Sibanggede, I Gede Puja menyambut baik MMD kali ini yang membahas isu stunting. " Pencegahan stunting sejak dini memang merupakan gerakan nasionak yang harus mendapatkan atensi kita semua. Pemerintah Pusat sudah menganggarkan untuk gerakan ini agar bisa dilakukan pencegahan stunting sejak dini. Karena gerakan pencegahan stunting ini memiliki tujuan yang holistik, salah satunya mewujudkan generaai emas yang tangguh dan memiliki daya saing yang tinggi. secara dan meKaren 
Dari pemaparan  " Oleh karenanya tidak ada alasan bagi kita semua mari kita bergerak serentak dengan standar operasional prosedur yang sudah ada. Semoga kerja keras kita secara kolektif ini mampu membuahkan hasil yang maksimal, " harapnya.
Dari pemaparan beberapa nara sumber pada MMD tersebut, stunting memang bisa disebabkan bukan hanya faktor genetik dan asupan gizi dan tata cara pemberiman asupan makanan kepada balita faktor lingkungan juga sangat berpengaruh.
Ada beberapa gejala yang bisa dibaca anak balita yang mengalami stunting diantaranya ; proses pertumbuhan yang melambat, berat badan menurun, kekebalan tubuh lemah ( sehingga gampang sakit), memiliki perkembangan kognitif yang lambat,  proporsi tubuh anak tampak lebih kecil dari anak seusinya.
Dari pemaparan nara sumber dan dialog( rembug) yang dilakukan pada MMD tersebut menelorkan beberapa catatàn antara lain : 
Masalah kematian ibu melahirkan bisa disebabkan oleh kondiri pasangan usia subur yang belum siap hamil. Terhadap kondisi ini kepada calon penganten diharapkan terlebih dahulu melakukan screening. Sementara kehadiran balita ke posyandu perlu terus didorong sehingga tumbuh kembang anak bisa dipantau secara rutin. Dan yang juga menjadi penting dan menarik serta harus mendapatkan atensi dari orang tua atau keluarga balita adalah, penggunaan gadget saat mengasuh anak. Masalah ini memang memerlukan kerja ekstra kader posyandu dan kader BKB. Mengingat dampak negatif  gadget pada anak usia tersebut, kader dimohon tidak pernah lelah untuk memberikan sosialiasi kepada keluarga balita untuk bisa merubah prilaku saat mengasuh anak. Lebih baik balita menangis tapi sehat dibandingkan anak balita menangis setelah  terpapar radiasi gadget.*KIM_yancan.